Sabtu, 28 November 2009

peradangan

Proses Peradangan

-Jaringan/organ cedera → proses perbaikan dan pemulihan jar/organ

-Faktor Lingkungan dan individual

-Awal proses pemulihan dan perbaikan → Proses peradangan

-Proses peradangan → reaksi pertahanan tubuh


LUKA

Rusak atau terputusnya keutuhan jaringan → oleh faktor fisik atau mekanik → Luka

Setiap jenis luka → peradangan → reaksi jaringan terhadap cedera


Proses peradangan terdiri atas

- Respon vaskular

- Respon selular


Proses peradangan terdiri atas

- Akut

- Kronik


Penyembuhan tidak sempurna membentuk jaringan parut


Jenis-Jenis Luka

Luka mekanik

-Insisi

-Kontusio

-Abrasi

-Laserasi

-Pungsi

Luka fisik

-Agens mikroba → infeksi

-Agens kimia

-Agens termal

-Radiasi


Radang Akut

-Tahap Vaskular

-Tahap Selular


Vasokontriksi → mengurangi aliran darah

Vasodilatasi arteriole dan venula → cairan > byk masuk ke dalam jar


Fungsi cairan :

membawa subtansi kimia ke daerah cedera

mengencerkan agens kimiawi asing


Radang Akut Tahap Vaskular

Cedera → substansi kimiawi → jaringan → pembentukan dinding kimiawi (gradien kemotaktik) → menarik cairan dan sel- sel

Tahap Vaskular → pembuluh darah


Radang Akut Tahap Seluler

Tahap seluler adalah respon khas Leukosit . Tahap seluler terbagi atas :

-Marginasi dan pavementing : Cedera → permiabilitas kapiler →aliran darah melambat → leukosi merapat endotel . Lapisan leukosit yang melekat pada endotel pavementing

-Emigrasi :Leukosit di antara endotel menuju ke tempat cedera

-Pengenalan dan fagositosis : Proses pengenalan dan penghancuran spesifik terhadap partikel benda asing → fagosit mati → akumulasi nanah( cairan) → pengeluaran fagosit dan benda asing dari tubuh


Eksudat

Eksudat adalah cairan atau bahan yang terkumpul dalam suatu rongga atau ruang jaringan akibat proses radang . Setiap jenis proses radang terbentuk jenis eksudat yang berbeda – beda


Tipe – tipe Eksudat

Serosa : Cairan eksudat kaya protein; tanpa sel

Fibrinosa : Eksudat kaya protein; dapat berakibat perlengketan

Hemoragis : Umumnya eksudat supuratif dengan SDM

Purulen:Eksudat yang mengandung nanah (pus)

Supuratif :Eksudat dengan pus dan jar. ang rusak

Abses : Daerah bernanah, biasanya terpusat di organ

Furunkel : Abses pada kulit

Karbunkel : Abses luas pada kulit biasanya menyebar

Selulitis : Eksudat supuratif dengan penyebaran difus melalui jaringan

Serofibrinosa : Eksudat serosa yang kaya fibrin

Fibrinopurulen : Eksudat purulen yangkaya fibrin


Radang Kronik

Bila proses peradangan (inflamasi) tetap ada dan belum teratasi

→ infiltrasi leukosit mononuklear (limfosit dan makrofag)

→ Infitrasi fibrolast → kolagen → jar. parut

Pola khas→ Mengurung dan memisahkan benda asing penyebab infeksi dari jaringan sekitar → granuloma

Cth : grnuloma TBC (Tuberkel)

→ Nekrosis dan infitrasi kalsium


Resolusi Peradangan

Benda asing penyebab radang perlu disingkirkan


Proses ini dapat melalui :

-Resolusi sederhana

-Regenerasi

-Perbaikan dan penyembuhan

-Resolusi Sederhana

-Tidak ada kerusakan pada jaringan normal

-Agen asing dinetralisasi dan dihancurkan

-Permeabilitas pembuluh darah kembali normal→ cairan diserap


Regenerasi

Telah terjadi kerusakan jaringan, Jaringan yang nekrotik diganti dengan jaringan yang sama

Syarat :

-Ada sebagian struktur asli

-Ada kerangka dasar jaringan

-Perbaikan dan Penyembuhan

-Proses penggantian sel – sel yang mati dengan sel –sel yang berbeda dari sel asalnya



Tahapan Penyembuhan Luka

-Hari 1 : Vasokontriksi → bekuan darah megering dan menutup luka

-Hari 2 : Infiltrasi leukosit dan mediator kimiawi lainnya

-Hari ke 3 : Makrofag masuk dan terjadi fagositosis

-Hari ke 4 : Fibrolas masuk membentuk jar. kolagen

-Hari ke 5 – 21 : Serat- serat kolagen menjembatani luka dan membentuk jar. baru



Efek Peradangan

-Efek Lokal

-Efek sistemik


Efek Lokal Peradangan

- Calor (panas)

- Dolor ( nyeri)

-Rubor (merah)

-Tumor (bengkak)

-Functio laesa (gangguan fungsi)


Efek Sistemik Peradangan

-Limfadenopati : Sistem limfe → sistem imun

-Demam : Suhu meningkat maka kecepatan proses fagositosis meningkat

-Laju Endap Darah (LED) : Kecepatan dimana sel darah merah mengendap dalam tube tes. Peradangan ,komponen plasma → LED

-Leukositosis : peningkatan sel darah putih


Faktor yang memperlambat penyembuhan luka

-Faktor Umum

-Faktor lokal


Faktor Umum

-Usia

-Status nutrisi

-Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit

-Obat-obatan

-Penyakit


Faktor Lokal

-Kerusakan jaringan pada saat cedera

-Cedera seluler → penggunaan antiseptik adekuat

-Pe↓ jaringan menjadi status avaskuler

-Seroma atau Tertahannya benda asing terbenam dalam jahitan

-Ruang kosong dalam luka

-Penyatuan tepi luka yang tidak tepat


Penyembuhan Aberans

Aberans adalah penyimpangan dari normal

Penyembuhan luka aberans mengakibatkan

-Komplikasi

-Deformitas

-Penurunan fungsi jar/organ cedera


Penyembuhan aberans :

-Jaringan Parut (granulasi ) berlebihan dan Keloid

-Kontraktur

-Kontriksi dan stenosis

-Adhesi

-Dehisens dan eviserasi


Granulasi berlebihan dan keloid

-Terbentuknya jaringan Granulasi atau parut berlebihan atau koloid

-Penonjolan dari permukaan kulit.

-Keloid dapat terjadi pada setiap luka, namun paling sering daerah wajah, leher dan bahu

-Insidens : Orang berwarna kulit gelap ,Usia <>


Kontraktur

-Jaringan parut pada sendi/ organ gerak

-Gangguan fungsi gerak


Kontriksi atau stenosis

Jaringan parut terbentuk pada atau sekitar daerah tubular


Adhesi

-Perlengketan pada perrmukaan yang berdekatan denga jaringan yang cedera

-Mukosa atau memberan serosa


Dehisens dan eviser

-Kerusakan permukaan yang mengakibatkan terbukanya luka yang sebelumnya menutup

-Akibat kekuatan kerangka kolagen tidak adekuat melawan kekuatan yang ditimbulkan oleh luka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar